Cari Blog Ini

Opening



Blog ini berisi sesuatu yang akan menggelitik Anda untuk berkomentar, merenung, tidak setuju, setuju, pro-kontra, senang, ketawa, sedih, menangis, takut, marah, seru dech pokoknya, sampai pada akhirnya Anda akan mengerti (baca) "SIAPAKAH SAYA SEBENARNYA.....".

Kita akan menjelajahi ke beberapa daerah di Indonesia (meskipun aku belum ke seluruh nusantara sih.. he..he..).

Pertama kita akan menyusuri wilayah Ibu Kota tercinta Jakarta. Kita ubek-ubek dari makanannya,tempat wisatanya, daerah-daerah bersejarahnya, transportasinya, sampai ke tempat-tempat yang agak-agak serem (serem copet, serem jambret, serem rampok, serem banjir, serem kebakaran, serem ehm..ehm.. Tiitt... SENSOR).

Berikutnya kita akan ke daerah kecil di Jawa Timur, aku biasa menyebutnya "Bangil, The Small Beautyful". Di sini akan dibahas (serius banget kalimatnya, he..he..) tentang Bangil yang doeloe hingga sekarang.

Selanjutnya daerah-daerah yang pernah aku kunjungi seperti Pontianak, Bengkulu, Pekanbaru, Bandung, Solo, Yogya,Purwokerto, de..el..el..

Menerima permintaan informasi. Sak mampuku yaa...


Ok, Tunggu tanggal mainnya...

Kamis, 14 Juli 2011

Selasa, 05 Juli 2011

Perbedaan antara Dual Core sama Core 2 Duo

Dual Core


Dual Core adalah penggunaan dua buah inti (core) prosesor dalam sebuah kemasan prosesor konvensional. Dual core (inti prosesor) ditempatkan pada sebuah CPU untuk meningkatkan kinerjanya. Setiap core ini tidak lebih cepat dibanding CPU biasa dengan clockspeed yang sama, tetapi semua proses perhitungan dibagi kepada 2 inti prosesor tersebut.
Logikanya, menggunakan prosesor multi-core akan mempercepat perhitungan algoritma yang dikerjakan sebuah sistem PC. Diibaratkan, berpikir sebuah pekerjaan dengan menggunakan dua otak, tentunya pekerjaan itu akan lebih cepat selesai. Produsen prosesor terkemuka di dunia (Intel dan AMD), mengembangkan teknologi dual core ini karena tuntutan aplikasi-aplikasi yang semakin tinggi atas prosesor yang memiliki tingkat komputasi yang tinggi. Karena pengembangan prosesor dengan menggunakan satu inti sudah mulai stagnan, maka mulai dikembangkan prosesor yang memiliki inti prosesor lebih dari satu.
Intel Core 2 Duo
Intel Core 2 Duo adalah sebuah mikroprosesor yang dirilis oleh Intel Corporation pada tanggal 27 Juli 2006. Pada saat pengembangannya, prosesor ini memiliki nama kode Conroe dan Allendale.
Berikut adalah beberapa codenamed dari core processor yang terdapat pada produk processor Intel Core 2, tentunya codenamed tersebut mempunyai perbedaan antara satu dengan yang lainnya.
CONROE
Core processor dari Intel Core 2 Duo yang pertama diberi kode nama Conroe. Processor ini dibangun dengan menggunakan teknologi 65 nm dan ditujukan untuk penggunaan desktop menggantikan jajaran Pentium 4 dan Pentium D. Bahkan pihak Intel mengklaim bahwa Conroe mempunyai performa 40% lebih baik dibandingkan dengan Pentium D yang tentunya sudah menggunakan dual core juga. Core 2 Duo hanya membutuhkan daya yang lebih kecil 40% dibandingkan dengan Pentium D untuk menghasilkan performa yang sudah disebutkan di atas.
Processor yang sudah menggunakan core Conroe diberi label dengan “E6×00”. Beberapa jenis Conroe yang sudah beredar di pasaran adalah tipe E6300 dengan clock speed sebesar1.86 GHz, tipe E6400 dengan clock speed sebesar 2.13 GHz, tipe E6600 dengan clock speed sebesar 2.4 GHz, dan tipe E6700 dengan clock speed sebesar 2.67 GHz. Untuk processor dengan tipe E6300 dan E6400 mempunyai Shared L2 Cache sebesar 2 MB, sedangkan tipe yang lainnya mempunyai L2 cache sebesar 4 MB. Jajaran dari processor ini memiliki FSB (Front Side BUS) sebesar 1066 MT/s (Megatransfer) dan daya yang dibutuhkan hanya sebesar 65 Watt TDP (Thermal Design Power).
CONROE XE
Core processor berikutnya adalah Conroe XE yang saat ini banyak menjadi bahan perbincangan. Conroe XE sendiri adalah core processor dari Intel Core 2 Extreme yang diluncurkan bersamaan dengan Intel Core 2 Duo pada 27 Juli 2006. Conroe XE mempunyai tenaga lebih dibandingkan dengan Conroe. Tipe pertama dan satusatunya yang dikeluarkan oleh Intel untuk jajaran processor Core 2 Extreme adalah X6800 dan sudah beredar di pasaran saat ini meskipun jumlahnya sangat terbatas.
Processor Intel Core 2 yang sudah memakai Intel Core 2 Extreme dengan core Conroe XE ini akan menggantikan posisi dari Processor Pentium 4 EE (Extreme Edition) dan Dual Core Extreme Edition. Core 2 Extreme mempunyai clock speed sebesar 2.93 GHz dan FSB sebesar 1066 MT/s. Keluarga dari Conroe XE memerlukan TDP hanya sebesar 75 sampai 80 Watt. Dalam keadaan full load temperature processor dari X6800 yang dihasilkan tidak akan melebihi 450C. Lain lagi jika fungsi SpeedStep-nya berada dalam keadaan aktif. Jika aktif, maka temperatur processor saat keadaan idle yang dihasilkan oleh X6800 hanya berkisar sekitar 250C. Cukup mengesankan, mengingat pada generasi sebelumnya processor Intel Pentium 4 Extreme Edition menghasilkan panas yang bisa dikatakan sangat tinggi.
Hampir sama seperti Core 2 Duo, Core 2 Extreme memiliki shared L2 cache sebesar 4 MB hanya saja perbedaan yang paling terlihat dari kedua Conroe tersebut adalah kecepatan dari masing-masing clock speednya saja. Sebenarnya untuk sebuah processor sekelas “Extreme Edition”, perbedaan seharusnya bisa lebih banyak lagi, bukan hanya didasarkan pada besar kecilnya clock speed-nya saja. Selain perbedaan clock speed tersebut, Core 2 Extreme mempunyai fitur untuk merubah multipliers sampai 11x (step) untuk mendapatkan hasil overclocking yang maksimal. Fitur-fitur unik lain yang disertakan juga pada Core 2 Extreme Edition kali ini adalah FSB yang lebih besar, L2 cache lebih besar, dan adanya L3 cache.
ALLENDALE
Core processor ini dipakai oleh processor Core 2 Duo dengan core Conroe yang hanya memiliki 2 MB L2 Cache. Beberapa Core 2 Duo yang memakai Allendale sebagai core processornya adalah E6300 dengan clock speed sebesar 1.86 GHz dan E6400 dengan clock speed 2.13 GHz, keduanya memiliki FSB sebesar 1066 MT/s.

MEROM
Merom adalah core processor Intel Core 2 versi mobile pertama yang diluncurkan secara bersamaan dengan Conroe, Conroe XE, dan Allendale. Pada dasarnya, Merom mempunyai spesifikasi dan fitur yang sama dengan Conroe namun Merom mempunyai kelebihan, yaitu ia hanya membutuhkan daya yang sedikit. Pihak Intel sendiri mengklaim bahwa Merom mampu mendongkrak kinerja dari notebook sebesar 20%, namun dengan menggunakan resource daya yang sama dengan processor core duo yang memakai core processor Yonah. Selain itu, Merom adalah processor mobile Intel pertama yang telah mengintegrasikan teknologi EM64T 64-bit di dalamnya. Merom sendiri mempunyai FSB sebesar 667 MT/s sama persis dengan jajaran processor sebelumnya yaitu Intel Core Duo.
Processor Core 2 yang menggunakan core processor Merom diberi label dengan “T5×00” dan “T7×00”. Keduanya mempunyai besar shared L2 cache yang berbeda. Pada T5×00 L2 cache yang diusung adalah sebesar 2 MB, sedangkan pada T7×00 L2 cache-nya adalah sebesar 4 MB.
Beberapa jenis dari Merom adalah T5500 dengan clock speed sebesar 1.66 GHz, T5600 dengan clock speed sebesar 1.83 GHz, T7200 dengan closk speed sebesar 2.00 GHz, T7400 dengan clock speed sebesar 2.16 GHz, dan T7600 dengan clock speed sebesar 2.33 GHz.
Sesuai dengan jenisnya, processor ini didesain oleh intel untuk diaplikasikan ke dalam notebook, karena kelebihannya yang hanya membutuhkan sedikit resource daya dari sebuah baterai notebook untuk bisa bekerja secara maksimal. Sehingga dengan begitu, tidak saja baterai notebook Anda yang akan tahan lebih lama, namun tentu kinerja yang akan Anda dapatkan akan lebih maksimal dibandingkan dengan processor core duo dengan core processor Yonah.
Perbedaan Dual Core dan Core 2 Duo
Secara teknis, kalau dari klaimnya Intel, Core 2 Duo itu lebih hemat daya sampai 40 persen dibandingkan dengan prosesor Dual Core pendahulunya dan juga memiliki kinerja yang 40 persen lebih cepat. Selain itu, cache L2 yang lebih besar juga sudah dilengkapi dengan teknologi terbaru, kalau nggak salah disebut smart cache, yang membuat kinerjanya jadi lebih baik lagi. (PC+ 277)
Kinerja prosesor Core 2 Duo menang telak cukup jauh jika dibandingkan dengan prosesor Intel Pentium D seri Presler apalagi Pentium D seri Smithfield yang masih menggunakan mikroarsitektur Intel NetBurst. Jika dibandingkan dengan seterunya, AMD Athlon FX 60, sebuah prosesor Intel Core 2 Duo berkecepatan 2400 MHz mengungguli prosesor tersebut dengan perbedaan kinerja kira-kira 15%. Jika prosesor AMD Athlon FX tersebut di-overclock menjadi 3.4 GHz, prosesor tersebut unggul tipis dibandingkan Core 2 Duo 2400 MHz. Ini berarti prosesor Intel Core 2 Duo jauh lebih efisien dibandingkan dengan pendahulunya dalam rangka mengeksekusi instruksi.

Rabu, 09 Februari 2011

Penyakit Jantung Rematik (PJR)

Penyakit Jantung Rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease (RHD) adalah suatu kondisi dimana terjadi kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral (stenosis katup mitral) sebagai akibat adanya gejala sisa dari Demam Rematik (DR).

Demam rematik merupakan suatu penyakit sistemik yang dapat bersifat akut, subakut, kronik, atau fulminan, dan dapat terjadi setelah infeksi Streptococcus beta hemolyticus group A pada saluran pernafasan bagian atas. Demam reumatik akut ditandai oleh demam berkepanjangan, jantung berdebar keras, kadang cepat lelah. Puncak insiden demam rematik terdapat pada kelompok usia 5-15 tahun, penyakit ini jarang dijumpai pada anak dibawah usia 4 tahun dan penduduk di atas 50 tahun.


Seseorang yang mengalami demam rematik apabila tidak ditangani secara adekuat, Maka sangat mungkin sekali mengalami serangan penyakit jantung rematik. Infeksi oleh kuman Streptococcus Beta Hemolyticus group A yang menyebabkan seseorang mengalami demam rematik dimana diawali terjadinya peradangan pada saluran tenggorokan, dikarenakan penatalaksanaan dan pengobatannya yang kurah terarah menyebabkan racun/toxin dari kuman ini menyebar melalui sirkulasi darah dan mengakibatkan peradangan katup jantung. Akibatnya daun-daun katup mengalami perlengketan sehingga menyempit, atau menebal dan mengkerut sehingga kalau menutup tidak sempurna lagi dan terjadi kebocoran.


Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Rematik

Penderita umumnya megalami sesak nafas yang disebabkan jantungnya sudah mengalami gangguan, nyeri sendi yang berpindah- pindah, bercak kemerahan di kulit yang berbatas, gerakan tangan yang tak beraturan dan tak terkendali (korea), atau benjolan kecil-kecil dibawah kulit. Selain itu tanda yang juga turut menyertainya adalah nyeri perut, kehilangan berat badan, cepat lelah dan tentu saja demam.

Penegakan Diagnosis Penyakit Jantung Rematik

Selain dengan adanya tanda dan gejala yang tampak secara langsung dari fisik, umumnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium, misalnya; pemeriksaan darah rutin, ASTO, CRP, dan kultur ulasan tenggorokan. Bentuk pemeriksaan yang paling akurat adalah dengan dilakukannya echocardiografi untuk melihat kondisi katup-katup jantung dan otot jantung.

Pengobatan Penyakit Jantung Rematik

Apabila diagnosa penyakit jantung rematik sudah ditegakkan dan masih adanya infeksi oleh kuman Streptococcus tersebut, maka hal utama yang terlintas dari Tim Dokter adalah pemberian antibiotika dan anti radang. Misalnya pemberian obat antibiotika penicillin secara oral atau benzathine penicillin G. Pada penderita yang allergi terhadap kedua obat tersebut, alternatif lain adalah pemberian erythromycin atau golongan cephalosporin. Sedangkan antiradang yang biasanya diberikan adalah Cortisone and Aspirin.

Penderita dianjurkan untuk tirah baring dirumah sakit, selain itu Tim Medis akan terpikir tentang penanganan kemungkinan terjadinya komplikasi seperti gagal jantung, endokarditis bakteri atau trombo-emboli. Pasien akan diberikan diet bergizi tinggi yang mengandung cukup vitamin.

Penderita Penyakit Jantung Rematik (PJR) tanpa gejala tidak memerlukan terapi. Penderita dengan gejala gagal jantung yang ringan memerlukan terapi medik untuk mengatasi keluhannya. Penderita yang simtomatis memerlukan terapi surgikal atau intervensi invasif. Tetapi terapi surgikal dan intervensi ini masih terbatas tersedia serta memerlukan biaya yang relatif mahal dan memerlukan follow up jangka panjang.

Pencegahan Penyakit Jantung Rematik

Jika kita lihat diatas bahwa penyakit jantung paru sangat mungkin terjadi dengan adanya kejadian awal yaitu demam rematik (DR), Tentu saja pencegahan yang terbaik adalah bagaimana upaya kita jangan sampai mengalami demam rematik (DR) (terserang infeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus).

Ada beberapa faktor yang dapat mendukung seseorang terserang kuman tersebut, diantaranya faktor lingkungan seperti kondisi kehidupan yang jelek, kondisi tinggal yang berdesakan dan akses kesehatan yang kurang merupakan determinan yang signifikan dalam distribusi penyakit ini. Variasi cuaca juga mempunyai peran yang besar dalam terjadinya infeksi streptokokkus untuk terjadi DR.

Seseorang yang terinfeksi kuman Streptococcus beta hemolyticus dan mengalami demam rematik, harus diberikan therapy yang maksimal dengan antibiotiknya. Hal ini untuk menghindarkan kemungkinan serangan kedua kalinya atau bahkan menyebabkan Penyakit Jantung Rematik.

Sabtu, 01 Mei 2010

40 TAHUN PENENTU

Pernahkah kita berpikir sejenak atau meluangkan waktu kita, ketika kita merayakan hari jadi kita bahwa yang sebenarnya kita rayakan adalah semakin berkurangnya umur kita, atau ketika kita merobek tanggal kalender di dinding, pada dasarnya yang kita robek adalah umur kita, atau ketika kita mengantar usungan jenazah famili atau handai tolan kita, ketika ia di masukkan ke liang lahat, pernahkah terdetik di hati kita bahwa suatu saat nanti kitalah yang akan terbujur kaku di dalam sana?

Marilah kita selalu mengngat akan hari itu, hari kematian kita, mengingat mati tak akan afdhal kalaulah kita tidak terus memperbaharui ingatan kita terhadap kematian itu. Umur semakin lama semakin berkurang tapi dosa kita terus bertambah. Hanya diri kitalah yang bias menyelamatkan diri kita dari jilatan api neraka. Kita memang tidak mengharapkan surga, sebab kita beribadah bukan untuk meraih surga melainkan ridha-Nya, tapi tentunya Allah sudah menetapkan surga sebagai lambing perwakilan ridha-Nya, sebab takkan ada orang masuk surga kalau tidak dengan seizing ridha-Nya.

Kita tidak usah mengeluh kalau kita telah dihidupkan di zaman sekarang, dan bukan dimasa nabi, sebab kalaulah dimasa nabi tentunya kita akan membela perjuangan nabi dan syukur-syukur kita bias masuk pada goloang sahabat-sahabat yang dijanjikan masuk surga. Sebagaimana yang dikeluhkan seorang tabiin pada salah seorang sahabat senior nabi, ketika itu ia mengeluh kenapa ia harus hidup di zaman ketika umat Islam saling berperang, saling mengucurkan darah, dimasa ketika badai fitnah melanda umat Islam, karena kalaulah ia hidup di zaman nabi tentu ia akan berjuang mati-matian membela nabi selalu, tetap sahabat itu hanya tersenyum sembari bertutur bahwa sebenarnya kalianlah yang bersyukur, karena telah hidup di zaman ketika syari’at telah disempurnakan, ketika segala hal telah dijelaskan dan diatur rapi.

Saat kita hidup di dunia tentunya kita sudah mempuyai konskwensi logis bahwa kita hidup di bawah naungan bendera qadha dan qadhar. Maut, rezeki, susah-senang dan lain-lain, sudah ditetapkan semula sesuai dengan proses usaha yang kita tempuh. Hidup di dunia hanyalah puluhan tahun, tapi puluhan tahun itulah yang menjadi penentu segalanya, yang akan menentukan hidup kita nanti pada ratusan tahun mendatang, ribuan tahun, bahkan abadi kekal selama-lamanya. Allah berfirman, “Balasan mereka di sisi tuhan mereka ialah surga ‘and yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut pada tuhannya.” (QS. Al-Bayyinan [98]: 8).

Katakanlah kita hidup di dunia ini selama 70 tahun, itupun sudah sangat langka. Rasulluah SAW bersabda nabi, bahwa Allah tidak menghisab seorang hamba dalam tiga masa, ketika ia gila hingga ia sembuh, ketika ia lahir hingga ia akil baligh, dan ketika ia tidur hingga bangun kembali. Masing-masing dari kita mengalami masa baligh ketika usai 10 tahun, itu berarti 70 tahun dikurang 10 tahun sama dengan 60 tahun, dalam satu hari 24 jam kita mungkin bias istirahat selama 8 jam (baik malam maupun siang) itu sama dengan 1/3 hari, yang berarti 1/3 dari usia kita yang 60 tahun tadi sama dengan 20 tahun, secara matematis 60 tahun tadi dikurang 20 tahun menjadi 40 tahun, jadi dari 70 tahun Allah hanya menghisab kita selama 40 tahun. Itupun masih diber keringanan oleh Allah yaitu ketika kita melakukan satu kejahatan hanya diganjar satu kejahatan tapi kalau kita melakukan satu kebaikan, akan diganjar Allah menjadi tujuh, sepuluh bahkan berlipat-lipat ganda, hanay saja memang tidak seluruh niat baik hasilnya akan baik apalagi kalau kita sudah memulai sesuatu dengan niat buruk.

Namun ada beberapa amal yang akan terus mengalir walaupun kita nanti sudah berada di alam baka. Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain, anak sholeh yang mendo’akannya. Sebagaimana Rasullah Saw bersabda, “Jika meninggal anak adam maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyan, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendo’akannya.” (HR. Muslim).

40 TAHUN PENENTU

Pernahkah kita berpikir sejenak atau meluangkan waktu kita, ketika kita merayakan hari jadi kita bahwa yang sebenarnya kita rayakan adalah semakin berkurangnya umur kita, atau ketika kita merobek tanggal kalender di dinding, pada dasarnya yang kita robek adalah umur kita, atau ketika kita mengantar usungan jenazah famili atau handai tolan kita, ketika ia di masukkan ke liang lahat, pernahkah terdetik di hati kita bahwa suatu saat nanti kitalah yang akan terbujur kaku di dalam sana?

Marilah kita selalu mengngat akan hari itu, hari kematian kita, mengingat mati tak akan afdhal kalaulah kita tidak terus memperbaharui ingatan kita terhadap kematian itu. Umur semakin lama semakin berkurang tapi dosa kita terus bertambah. Hanya diri kitalah yang bias menyelamatkan diri kita dari jilatan api neraka. Kita memang tidak mengharapkan surga, sebab kita beribadah bukan untuk meraih surga melainkan ridha-Nya, tapi tentunya Allah sudah menetapkan surga sebagai lambing perwakilan ridha-Nya, sebab takkan ada orang masuk surga kalau tidak dengan seizing ridha-Nya.

Kita tidak usah mengeluh kalau kita telah dihidupkan di zaman sekarang, dan bukan dimasa nabi, sebab kalaulah dimasa nabi tentunya kita akan membela perjuangan nabi dan syukur-syukur kita bias masuk pada goloang sahabat-sahabat yang dijanjikan masuk surga. Sebagaimana yang dikeluhkan seorang tabiin pada salah seorang sahabat senior nabi, ketika itu ia mengeluh kenapa ia harus hidup di zaman ketika umat Islam saling berperang, saling mengucurkan darah, dimasa ketika badai fitnah melanda umat Islam, karena kalaulah ia hidup di zaman nabi tentu ia akan berjuang mati-matian membela nabi selalu, tetap sahabat itu hanya tersenyum sembari bertutur bahwa sebenarnya kalianlah yang bersyukur, karena telah hidup di zaman ketika syari’at telah disempurnakan, ketika segala hal telah dijelaskan dan diatur rapi.

Saat kita hidup di dunia tentunya kita sudah mempuyai konskwensi logis bahwa kita hidup di bawah naungan bendera qadha dan qadhar. Maut, rezeki, susah-senang dan lain-lain, sudah ditetapkan semula sesuai dengan proses usaha yang kita tempuh. Hidup di dunia hanyalah puluhan tahun, tapi puluhan tahun itulah yang menjadi penentu segalanya, yang akan menentukan hidup kita nanti pada ratusan tahun mendatang, ribuan tahun, bahkan abadi kekal selama-lamanya. Allah berfirman, “Balasan mereka di sisi tuhan mereka ialah surga ‘and yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut pada tuhannya.” (QS. Al-Bayyinan [98]: 8).

Katakanlah kita hidup di dunia ini selama 70 tahun, itupun sudah sangat langka. Rasulluah SAW bersabda nabi, bahwa Allah tidak menghisab seorang hamba dalam tiga masa, ketika ia gila hingga ia sembuh, ketika ia lahir hingga ia akil baligh, dan ketika ia tidur hingga bangun kembali. Masing-masing dari kita mengalami masa baligh ketika usai 10 tahun, itu berarti 70 tahun dikurang 10 tahun sama dengan 60 tahun, dalam satu hari 24 jam kita mungkin bisa istirahat selama 8 jam (baik malam maupun siang) itu sama dengan 1/3 hari, yang berarti 1/3 dari usia kita yang 60 tahun tadi sama dengan 20 tahun, secara matematis 60 tahun tadi dikurang 20 tahun menjadi 40 tahun, jadi dari 70 tahun Allah hanya menghisab kita selama 40 tahun. Itupun masih diber keringanan oleh Allah yaitu ketika kita melakukan satu kejahatan hanya diganjar satu kejahatan tapi kalau kita melakukan satu kebaikan, akan diganjar Allah menjadi tujuh, sepuluh bahkan berlipat-lipat ganda, hanay saja memang tidak seluruh niat baik hasilnya akan baik apalagi kalau kita sudah memulai sesuatu dengan niat buruk.

Namun ada beberapa amal yang akan terus mengalir walaupun kita nanti sudah berada di alam baka. Shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain, anak sholeh yang mendo’akannya. Sebagaimana Rasullah Saw bersabda, “Jika meninggal anak adam maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyan, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendo’akannya.” (HR. Muslim).